Industri “Fillet” Bisa Tekan Harga

1500 dari 2800 Kolam Menganggur,

MUARO JAMBI, KOMPAS -Industri pengolahan patin segera beroperasi di kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Ini sebagai upaya mengatasi lemahnya daya serap pasar ikan patin di Jambi yang memicu harga anjlok menjadi Rp 10.000 per kilogram.

          Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jambi Erman Rahim mengatakan, pemerintah telah membangun pabrik dan alat dengan investasi Rp 7,1 miliar dan tengah bekerjasama dengan investor dari Jakarta untuk mengerjakan pengolahan patin menjadi fillet.

          Pabrik dan instalasi alat sudah selesai dibangun oleh kementrian Kelautan dan Perikanan, tinggal menunggu keluarnya izin beroperasi dari bupati Muaro Jambi, ujar Erman, seusai menyambut kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berserta Ny Ani Yudhoyono di desa Pudak Kumpeh Ulu, Muaro Jambi Jumat (10/2). Presiden dan rombongan memanen patin petani setempat serta menebar benih patin 6.000 ekor ke dalam kerambah kolam.

          Harga patin di tingkat pembudidaya kerap jatuh, dipicu tingginya volume panen tanpa terserap pasar. Pasokan Patin ke pasar Angso Duo  Jambi saat ini mencapai 8 ton per hari. Namun konsumsi Patin di wilayah jambi hanya 4-5 Ton per hari. Pabrik fillet menampung hasil langsung dari petani  sebanyk 5 Ton per hari. Hasil pengolahan selanjutnya mengisi di wilayah Jambi dan Jakarta. Pembudidaya masih bernegosiasi dengan investor tentang harga, kesepakatan sementara harga Patin dari Pembudidaya Rp 12.000 per kg. Pembudidaya mampu mengatasi rendahnya harga jual patin dengan cara mengolahnya menjadi abon dan kerupuk patin. Abon dijual Rp 130.000 per kgdan kerupuk patin memanfaatkan kulit dan tualng iokan dijual Rp 20.000 per kg.

          Rendahnya harga patin ditingkat pembudidaya mengakibatkan sekitar 1.500 kolam dari 2.800 kolam menganggur. Pengosongan kolam sebagai upaya petani mengendalikan anjloknya harga. Padahal saat ini patin impor dalam bentuk fillet telah beredar dalam sejumlah supermarket diJambi, Namun kondisi tersebut di kendalikan pemerintah.